Pihak Toyota Dapat Panggilan dari Kepolisian Terkait Kecelakaan SetNov

Maemoapps.com – Untuk satu jenis mobil yang telah menjadi satu kendaraan yang telah ditumpangi oleh seorang tersangka kasus e-KTP Setya Novanto yaitu Toyota Fortuner. Gara-gara kejadian kecelakaan tersebut pihak Toyota mendapat sebuah penilaian buruk dimata para penggemarnya.

Setelah kecelakaan tersebut terjadi, lantaran airbag Fortuner tidak mengembang hal itulah yang mengakibatkan sesuatu begitu fatal untuk penumpang yang ada didalamnya. Kuasa hukum dari tersangka kasus e-KTP Setya Novanto, yang bernama Fredrich Yunadi menegaskan jika Fortuner merupakan mobil yang tidak bagus.

Dalam menanggapi hal tersebut, PT Toyota Astra Motor menyatakan bahwa Fortuner sendiri sudah memenuhi standar kualitas keamanan termasuk keamanannya seperti disampaikan Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

“Pada dasarnya kualitas produk merupakan prioritas utama kami dimana produk yang diluncurkan oleh Toyota telah memenuhi standar kualitas global, termasuk Fortuner yang tidak hanya diminati oleh pelanggan di Indonesia tapi juga negara lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Soerjo, Sabtu (18/11/2017) malam.

Akibat dari kejadian tersebut, dari pihak kepolisian nantinya akan mengundang pihak dari Fortuner untuk bisa dimintai keterangan terkait dengan airbag yang tidak bisa mengmbang pada saat kejadian kecelakaan tersebut berlangsung.

Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Kingkin Winisuda menduga mobil yang ditumpangi Novanto saat itu melaju dalam kecepatan tinggi. Namun, airbag di mobil tidak mengembang.

Sesuatu Yang Akan Dihadirkan Toyota 20 Tahun Yang Akan Datang Nanti

Maemoapps.com РRencana Toyota untuk menciptakan antara  Mobil listrik, hybrid atau hidrogen belum diketahui nantinya dalam 10-20 kedepannya. Pihak Toyota ternyata ingin bermain dengan rapih dan juga aman dalam memainkan semua opsi tenaga penggerak.

Hal tersebut diterangkan oleh CEO Toyota Motor Corp, Akio Toyoda dalam paparan kinerja perusahaan kepada para investor Toyota di Texas, Amerika Serikat. Pihaknya menjelaskan bahwa Toyota sudah terlebih dahulu melakukan elektrifikasi pada line upnya sejak 20 tahun lalu dengan merilis mobil hybrid Prius.

Selain itu, dia juga tidak menampik adanya pasar mobil listrik dan hybrid masih kecil. Menurutnya, pasar mobil listrik saat ini baru 1 persen, hybrid 3 persen, namun dalam beberapa tahun terakhir, penjualan hybrid mulai merangkak naik dengan perkiraaan penjualan mencapai 15 juta sampai 2020, dan tren hybrid ini akan diikuti pula oleh mobil listrik.

“Saat orang tanya mobil apa yang saya kendarai 10, 20 atau 30 tahun dari sekarang? Saya bilang kepada mereka, saya rasa bukan hanya satu jenis saja, saya tidak rasa setiap penggerak cocok untuk semua market. Karena itu strategi kami adalah bermain dengan baik di semua opsi (penggerak,” ujar Toyoda.

Toyoda mencontohkan negerinya Jepang yang tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah fokus pada pengembangan hidrogen. Karena hidrogen bisa dihasilkan dari apa saja, dari air sampai sampah sekalipun. Pemerintah Jepang pun mendukung pengembangan mobil hidrogen, karena itu mobil hidrogen seperti Mirai menjadi pilihan utama buat Jepang.

Untuk negara-negara di Timur Tengah yang memiliki cadangan minyak besar, Toyota akan fokus pada mobil BBM dan hybrid. “Mobil-mobil itu akan dominan di Timur Tengah,” ujarnya.

Beda lagi di Norwegia, di sana listrik sangat mudah ditemui, pemerintahnya pun mendukung pengembangan tenaga listrik. “Di Norwegia, listrik akan menjadi pilihan penggerak,” ujarnya.

“Intinya kami tidak akan memilih pada satu arah, nanti konsumen dan pasar yang memilih, karena itu kami membuat berbagai pilihan tenaga penggerak. Saya ingin semua pilihan penggerak itu menjadi yang terbaik di kelasnya. Bagi kami saat bicara soal powertrain, bukan siapa yang lebih cepat, tapi siapa yang membuat lebih baik. Itu selalu menjadi filosofi Toyota,” lanjutnya.