Betapa Pentingnya Mematikan Mesin Kendaraan Ketika Mengisi Bahan Bakar

Maemoapps.com – Bukan hal yang asing lagi bukan jika terdapat sebuah papan peringatan yang berisikan peringatan untuk mematikan mesin ketika kita sedang mengisi bensin. Namun juga tidak sedikit orang yang masih saja tidak menganggap penting peringatan tersebut. Banyak dari para pengguna kendaraan masih saja menyalakan mesin ketika sedang mengisi bahan bakar.

Dengan tetap menyalakan mesin ketika mengisi bahan bakar sangat berbahaya bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebakaran. Salah satu yang menjadi alasan harusnya mematikan mesin disaat mengisi bahan bakar yakni adanya aliran listrik statis.

Aliran listrik statis itu bisa membuat muatan listrik tidak seimbang baik di dalam maupun di permukaan dekat selang bensin. Ini bisa menyebabkan
munculnya percikan api karena uap bahan bakar di sekitar selang bahkan paling parah bisa terbakar.

Hal satu tersebut juga menjadi alasan mengapa dilarangnya para pelanggan bermain handphone ketika sedang mengisi bahan bakar pada kendaraannya. Hal serupa memiliki banyak kemungkinan akan terjadi. Aliran listrik statis bisa timbul saat ponsel digunakan terlebih saat menelepon. Chargeran ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin.

Pada kendaraan yang memiliki mesin bensin, pembakaran bisa saja terjadi lanratan busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi. Bensin memang lebih cepat terbakar daripada diesel.

Tidak kalah berbahayanya juga jika mobil sedang disi bensin kemudian kita starter. Itu karena saat starter mobil, mesin menggunakan bensin dan sistem kelistrikan lebih banyak agar mobil bisa menyala dengan cepat. Terakhir tidak perlu juga untuk menggoyang-goyang kendaraan saat isi bensin.

Memenaskan Mesin Motor Terlalu Lama Dapat Memberi Dampak Negatif

Maemoapps.com – Sudah bukan sebuah rahasia dan ini tentu sering dilakukan oleh para pemilik motor pada pagi hari yaitu memanaskan mesin motornya. Bukan tanpa alasan melakukan kegiatan ini, memanaskan mesin motor tentu perlu dilakukan untuk melumasi semua komponen yang berada di dalam mesin dengan oli.

Membahas lebih jauh tentang cara memanasi motor ternyata masih banyak pemilik motor yang salah dalam metode memanasi mesin motornya, seperti waktu yang cukup lama saat memanasi mesin motor hal ini sering dilakukan karena biasanya sang pemilik juga melakukan sebuah aktivitas lain sembari memanaskan motornya. Namun, perlu diketahui jika memanasi motor dengan waktu yang lama akan berdampak buruk pada mesin motor.

“Kalau memanaskan motor jangan terlalu lama, sekitar 3 menit dan maksimalnya 5 menit. Karena motor zaman sekarang sudah didesain siap pakai,” kata Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta, Rendra Kusuma, saat ditemui di tempat kerjanya di bilangan Dewi Sartika.

Menurut Rendra Kusuma saat kita memanasi motor perangkat lain dalam motor seperti lampu utama akan ikut menyala. Kemudian, lampu yang menyala itu akan
menghasilkan energi panas.

Lebih lanjut, Rendra menginformasikan jika energi panas yang dihasilkan oleh nyala lampu tidak dibuang, muncul kemungkinan bisa merusak lampu utama. Oleh karena itu, Memanaskan motor terlalu lama sangat tidak baik untuk dilakukan.

“Kalau terlalu lama dipanaskan dan motor dalam keadaan diam kan lampunya jadi makin panas karena tidak ada sirkulasi pendinginan, nanti mika lampunya bisa meleleh,” jelasnya Rendra.

Selain dari lampu, leher knalpot juga akan terkena dampak dari lamanya proses memanaskan mesin motot. Menurut Rendra memanaskan motor yang terlalu akan mempercepat leher knalpot menjadi kekuningan hal ini juga karena leher knalpot yang bersentuhan langsung dengan mesin.

Tips Dan Trik Atasi “Overheat” Pada Mesin Mobil

Maemoapps.com – Libur panjang akhir tahun telah datang, waktu yang pas bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama dengan berlibur bersama atau mengunjungi keluarga di kampung halaman.

Alat transportasi yang selalu menjadi pilihan masihlah mobil dibandingkan dengan kereta api hingga pesawat terbang. Memang diakui mobil punya kelebihan sendiri yaitu lebih efisien dan juga tidak terlalu mengeluarkan biaya yang berlebih.

Namun, bukan juga tanpa rintangan berpergian jauh menggunakan mobil, masalah yang paling umum dihadapi oleh para pengguna mobil untuk berpergian jauh adalah
overheat pada mesin.

Penting dilakukan untuk menilik kondisi mobil anda dengan membawanya kebengkel untuk mengurangi terjadinya masalah overheat pada mesin.

Namun, ketika ketika mengalami masalah overheat hal pertama yang dilakukan adalah jangan panik. Hal ini juga dinyatakan oleh Riecky Patrayudha, Assistant to Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

“Berhenti di tempat yang sekiranya aman, lalu tunggu 15 sampai 20 menit, buka kap mesin. Setelah itu, baru boleh dilanjutkan membuka tutup air radiator,” ucap Riecky.

Coba periksa kondisi radiator apakah dalam kondisi penuh atau kosong, jika air radiator kosong coba isi kembali. Setelah itu hidupkan kembali mesin mobil anda dan tunggu indikator temperatur normal.

“Minimal sampai tempat posko atau bengkel terdekat. Setelah itu, minta dicek oleh mekanik yang lebih mengerti untuk memastikan masih bermasalah atau tidak,” kata dia.

Jika sudah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil, coba untuk mengganti suku cadang yang rusak. “Kalau tidak diganti bisa membahayakan diri sendiri, lebih baik dicek untuk memastikan kondisinya,” kata Riecky.