Memenaskan Mesin Motor Terlalu Lama Dapat Memberi Dampak Negatif

Maemoapps.com – Sudah bukan sebuah rahasia dan ini tentu sering dilakukan oleh para pemilik motor pada pagi hari yaitu memanaskan mesin motornya. Bukan tanpa alasan melakukan kegiatan ini, memanaskan mesin motor tentu perlu dilakukan untuk melumasi semua komponen yang berada di dalam mesin dengan oli.

Membahas lebih jauh tentang cara memanasi motor ternyata masih banyak pemilik motor yang salah dalam metode memanasi mesin motornya, seperti waktu yang cukup lama saat memanasi mesin motor hal ini sering dilakukan karena biasanya sang pemilik juga melakukan sebuah aktivitas lain sembari memanaskan motornya. Namun, perlu diketahui jika memanasi motor dengan waktu yang lama akan berdampak buruk pada mesin motor.

“Kalau memanaskan motor jangan terlalu lama, sekitar 3 menit dan maksimalnya 5 menit. Karena motor zaman sekarang sudah didesain siap pakai,” kata Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta, Rendra Kusuma, saat ditemui di tempat kerjanya di bilangan Dewi Sartika.

Menurut Rendra Kusuma saat kita memanasi motor perangkat lain dalam motor seperti lampu utama akan ikut menyala. Kemudian, lampu yang menyala itu akan
menghasilkan energi panas.

Lebih lanjut, Rendra menginformasikan jika energi panas yang dihasilkan oleh nyala lampu tidak dibuang, muncul kemungkinan bisa merusak lampu utama. Oleh karena itu, Memanaskan motor terlalu lama sangat tidak baik untuk dilakukan.

“Kalau terlalu lama dipanaskan dan motor dalam keadaan diam kan lampunya jadi makin panas karena tidak ada sirkulasi pendinginan, nanti mika lampunya bisa meleleh,” jelasnya Rendra.

Selain dari lampu, leher knalpot juga akan terkena dampak dari lamanya proses memanaskan mesin motot. Menurut Rendra memanaskan motor yang terlalu akan mempercepat leher knalpot menjadi kekuningan hal ini juga karena leher knalpot yang bersentuhan langsung dengan mesin.

Tips Dan Trik Atasi “Overheat” Pada Mesin Mobil

Maemoapps.com – Libur panjang akhir tahun telah datang, waktu yang pas bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama dengan berlibur bersama atau mengunjungi keluarga di kampung halaman.

Alat transportasi yang selalu menjadi pilihan masihlah mobil dibandingkan dengan kereta api hingga pesawat terbang. Memang diakui mobil punya kelebihan sendiri yaitu lebih efisien dan juga tidak terlalu mengeluarkan biaya yang berlebih.

Namun, bukan juga tanpa rintangan berpergian jauh menggunakan mobil, masalah yang paling umum dihadapi oleh para pengguna mobil untuk berpergian jauh adalah
overheat pada mesin.

Penting dilakukan untuk menilik kondisi mobil anda dengan membawanya kebengkel untuk mengurangi terjadinya masalah overheat pada mesin.

Namun, ketika ketika mengalami masalah overheat hal pertama yang dilakukan adalah jangan panik. Hal ini juga dinyatakan oleh Riecky Patrayudha, Assistant to Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

“Berhenti di tempat yang sekiranya aman, lalu tunggu 15 sampai 20 menit, buka kap mesin. Setelah itu, baru boleh dilanjutkan membuka tutup air radiator,” ucap Riecky.

Coba periksa kondisi radiator apakah dalam kondisi penuh atau kosong, jika air radiator kosong coba isi kembali. Setelah itu hidupkan kembali mesin mobil anda dan tunggu indikator temperatur normal.

“Minimal sampai tempat posko atau bengkel terdekat. Setelah itu, minta dicek oleh mekanik yang lebih mengerti untuk memastikan masih bermasalah atau tidak,” kata dia.

Jika sudah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil, coba untuk mengganti suku cadang yang rusak. “Kalau tidak diganti bisa membahayakan diri sendiri, lebih baik dicek untuk memastikan kondisinya,” kata Riecky.