Nissan Laku Keras Jual Mobil Listrik Jenis Nissan Note e-Power

Maemoapps.com – Dalam kurun waktu yang relatif singkat, satu produsen mobil yang berasal dari Jepang yakni Nissan sudah menjual mobil listriknya sebanyak 100.000 unit. Mobil listrik yang laku keras tersebut berjenis mobil listrik Nissan Note e-Power.

Dengan lakunya mobil listrik yang berjumlah tinggi tersebut, pihak Nissan mengadakan acara dalam rangka perayaan dengan menggundang pemilik Note ke-100.000 itu dalam sebuah event di Nagoya Motor Show.

Motor listrik di Note e-Power mengirimkan tenaga yang besar, dengan akselerasi yang responsif dan minim suara dalam berbagai kondisi. Sistem penggerak e-POwer berasal dari teknologi Nissan LEAF. Sama dengan LEAF, sistem Nissan e-POWER menggerakkan roda kendaraan menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board.

Namun ada perbedaan diantara kendaraan listrik biasa, teknologi Nissan e-POWER ada keunggulan lantaran tidak membutuhkan charger eksternal. Untuk Nissan e-POWER hanya menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai.

Mesin bensin tidak menggerakan roda kendaraan dan beroperasi hanya jika dibutuhkan, melalui sistem kerja seperti ini menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Saat pertama kali dirilis bulan November 2016, hatchback berukuran ringkas dari Nissan itu dalam 1 bulan pertama terjual 10.000 unit. Penjualan kemudian naik lagi menjadi 30.000 pada bulan Februari 2017, dan 50.000 unit di bulan berikutnya.

Nissan Berikan Kesempatan Kepada Pemerintah RI Untuk Mencoba Mobil Listriknya

Maemoapps.com – Setelah berhasil memperlihatkan sebuah produknya pada beberapa waktu lalu di sebuah ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), salah satu produsen kembali memberikan kesempatan.

Produsen roda empat tersebut yakni Nissan. Pihaknya memberikan kesempatan yang kedua kalinya untuk pemerintah RIĀ  melalui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto untuk berkesempatan mencoba sebuah mobil listrik yang merupakan hasil produkan dari Nissan sendiri.

“Tentunya pengembangan Electric Vehicle ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi kebutuhan akan impor BBM ,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di ICE BSD, Tangerang, Senin (13/11/2017).

Untuk kali perdananya E-Power secara resmi dikenalkan pada bulan November tahun lalu pada saat Nissan Note e-Power diluncurkan di Jepang. Sistem penggerak elektriknya diadaptasi dari teknologi Nissan Leaf yang menggunakan sistem penggerak roda motor elektrik dengan tenaga dari baterai lithium-ion on board.

Memiliki sisi berbeda dari kendaraan listrik yang biasanya, teknologi Nissan e-Power tidak membutuhkan charger eksterbal melainkan menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai.

“Tentunya mobil ini cocok dengan situasi Indonesia yang sedang menuju ke arah mobil listrik karena tidak membutuhkan infrastruktur pengecasan baterai,” ungkap Presiden Direktur NMI, Eiichi Koito.