Ketahui Kondisi Ban Dengan Dua Cara Ini


Maemoapps.com – Setiap komponen kendaraan pastilah memiliki masa pakai yang beragam dan berbeda-beda, sama halnya dengan ban. Ban merupakan komponen yang vital pada kendaraan.

Karena sangat penting kita harus rajin merawat dan mengetahui batasan untuk ban yang ada pada kendaraan. Salah satu cara umum mengatahui hal tersebut adalah dengan melihat permukaan ban.

Jika permukaan sudah halus maka wajib untuk mengganti ban dengan yang baru. Jika dibiarkan tentu akan sangat berbahaya karena daya cengkeram ke aspal berkurang dan membuat motor mudah selip.

Namun, masih ada saja pengendara yang bingung untuk mengetahui apakah ban sudah mulai halus atau aus. Mengatasi masalah ini, Andi Suwandi selaku Kepala Toko Planet Ban Cilodong memberikan beberapa tips.

Andi mengatakan ada dua cara untuk mengetahui apakah kondisi permukaan sudah halus. Pertama adalah dengan memeriksa ketebalan kembangan. Dan yang kedua dengan mengecek segitiga ban.

Ketebalan harus rutin diperiksa dalam jangka waktu tertentu, jika dirasa sudah halus dan sangat botak kita wajib untuk menggantinya dengan ban yang baru demi keselamatan.

Sedangkan untuk batas segitiga ban, kita perlu mengecek bagian sisi pada ban. Perlu diketahui jika pada setiap terdapat tanda segitiga sebagai batas aman ban.

“Jika ban sudah mulai aus, sebaiknya segera diganti. Kalau tidak, ban akan licin dan membahayakan pengendara. Ban yang aus juga rentan mengalami kebocoran,” tutur Andi Suwandi.

Jaga Tekanan Angin Ban Tubeless Supaya Bertahan Lama

Maemoapps.com – Perangkat kendaraan yang perannya sangat penting yaitu ban didalam produksinya mempunyai 2 tipe yang bisa digunakan oleh para pemilik kendaraan di seluruh dunia, dan 2 tipe tersebut adalah ban biasa (tube type) dan ban tubeless.

Lalu bagaimana jika kedua jenis ban ini dibandingkan? Ternyata ban dengan tipe tubeless diyakini lebih unggul dari ban biasa. Hal ini karena ban tubeless memiliki struktur dan kualitas bahan yang berbeda dari ban biasa. Kendati demikian, ban tubeless juga tetap perlu adanya perawatan supaya tetap mampu bekerja secara maksimal.

Hal ini juga dikatakan oleh seorang mekanik SuperBan yang bernama Supri. Menurut Supri semua jenis ban tetap harus melakukan perawatan termasuk ban jenis tubeless.

Supri juga memberikan sebuah tips atau bisa dibilang perawatan sederhana kepada motor yang menggunakan ban tubeless. Dirinya menganjurkan untuk benar mengisi tekanan pada ban, misalnya untuk jenis matik tekanan ban depannya 30 Psi dan belakang 35 Psi.

Adapun masalah yang akan terjadi jika tekanan ban kurang. “Kalau tekanan angin kurang bisa menyebabkan ban cepat rusak karena hampir semua telapak ban melakukan gesekan dengan aspal, dan membuat ban menjadi cepat panas,” jelasnya Supri.

Tidak hanya itu, Supri juga menyarankan jika ban mengalami kebocoran karena paku atau benda tajam lainnya jangan ditambal hanya dengan lem, karena proses tambal lem jika lem yang digunakan untuk menambal menyebar maka akan bisa merusak permukaan ban.

Lebih lanjut, Supri juga menyarankan untuk para pengguna ban tubless lakukan pemeriksaan secara berkala dan jangan terlalu sering membawa beban berat