Ini Komponen Wajib di Bawa Ketika Berkendara Jauh

Maemoapps.com – Yang namanya kesialan pasti tidak bisa diprediksi, seperti ketika mengendarai motor dengan jarak yang jauh. Maka dari itu wajib bagi para pengendara motor membawa beberapa perkakas atau tool-kit penting dan jas hujan.

Sebagimana dijaman sekarang produsen otomotif teleh mengembangkan beberapa pembaruan yang menguntungkan konsumen, salah satunya adalah bagasi bawah jok pada motor masa kini terbilang cukup mumpuni. Bahkan ada yang sanggup menampung helm berukuran full face.

Dengan berubahan tersebut kita harus bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Namun, selain beberapa perkakas atau tool-kit penting yang dibawa ketika melakukan perjalanan jauh ada juga suku cadang komponen yang harus disiapkan.

Dikatakan seorang pemilik bengkel JMS, Daan Mogot, Jakarta Barat bernama Budi ada beberapa komponen oada kendaraan yang dapat rusak sewaktu-waktu saat melakukan perjalanan jauh.

Mengenai hal tersebut, Budi memberikan beberapa saran komponen apa saja yang harus dibawa dan sedia ketiak melakukan perjalanan jauh.

1. Busi

Menurut Budi, hujan ketika malakukan perjalanan jauh tidak lah bisa dihindari oleh mesin. Salah satu bagian yang terkena dampak paling besar dari hujan adalah busi.

Karena basah terkena hujan yang lebat, busi bisa saja tiba-tiba rusak dan menyebabkan motor tidak bisa berjalan.

2. Sekring

Untuk yang satu ini Budi menyarankan wajib dibawa untuk pengendara yang menggunakan motor bermesin injeksi. Komponen tersebut sabgat berguna untuk memutus arus secara tiba-tiba karena ada kesalahan pada sistem kelistrikan.

3. Lampu utama

Jangan Asal Mengisi Oli, Perhatikan Daya Tampung Mesin Dahulu

Maemoapps.com – Salah satu kebutuhan kendaraan bermotor yang tidak boleh dilupakan adalah oli mesin. Oli sangat dibutuhkan oleh mesin sebagai pelumas dan juga untuk menambah awet mesin.

Setiap kendaraan pastilah memiliki tempat untuk menampung mesin, dan tempat tersebut memiliki daya tampung yang berbeda-beda pada setiap mesin kendaraan bermotor.

Hal tersebut wajib diketahui oleh pemilik kendaraan, pasalnya mengisian oli melebihi daya tampung kendaraan tersebut dapat menimbulkan efek tidak baik pada mesin.

Dijelaskan oleh salah satu pemilik bengkel bernama Yadi, jika kelebihan oli akan berdampak pada penurunan kualitas. Pasalnya, saat mesin bekerja akan menimbulkan gelembung-gelembung pada genangan oli, lalu bertabrakan dengan weight balance.

“Dalam takaran normal, seharusnya oli hanya untuk melapisi tidak perlu menggenangi. Jika oli menggenangi mesin, oli justru akan mudah keruh dan membuat kualitasnya menurun,” tegas Yadi.

Lebih lanjut, Yadi menjelaskan jika oli memiliki kekentalan yang pasti atau konsisten. Sehingga jika pengisian oli melebihi daya tampung dapat menimbulkan hambatan pada mesin. Seperti kinerja mesin yang terasa berat dan membuat performa motor menjadi melempem.

“Jadi mulai sekarang hindari kelebihan oli pada motor agar tidak membuat motor mengalami kerusakan,” jelas lagi Yadi.

Dapatkan Kenyamanan Berkendara Dengan Perhatikan Sokbreker

Maemoapps.com – Menjaga dan merawat dengan baik benda berharga milik sendiri merupakan sebuah kewajiban pagi seorang pemilik, baik itu benda kecil maupun besar seperti sebuah mobil.

Mobil merupakan salah satu alat transportasi yang sudah mulai banyak dimiliki oleh orang, dengan menjaga dan merawat mobil maka pemilik akan merasakan performa yang apik dan nyaman.

Adapun salah satu komponen yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah performanya adalah sokbreker. Karena suspensi berperan penting untuk kenyamanan mengendarai mobil.

Sokbreker ini berfungsi untuk meredam gunjangan dari jalan-jalan berlubang, jika fungi dari sokbreker ini kurang maksimal maka kenyamanan berkendara akan berkurang.

Terkait ini, seorang owner dari bengkel Bandar Per bernama Herry Liu memberikan tips yang sangat bagus. Herry Liu menyarankan untuk menjaga suspensi tetap berfungsi dengan maksimal, tekanan angin ban juga harus diperiksa.

“Pengisian angin pada ban yang berlebihan atau kekurangan angin berdampak negatif pada suspensi, bisa menyebabkan kebocoran dalam jangka waktu yang lebih lama,” ujar Herry Liu.

Herry juga mengatakan jika kinerja ban tidak maksimal akibat kurangnya tekanan angin, maka suspensi akan bekerja lebih keras. Hal ini berpotensi memperpendek usia pakai suspensi.

“Mau tidak mau harus ganti yang baru karena diservis pun mungkin hanya tahan paling lama 3 bulan,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Herry periksa juga kondisi suspensinya, per dan hidrolis serta oli jika ada. Jangan sampai terjadi kebocoran dan korosi pada per karena mengakibatkan strukturnya melemah.

Begini Cara Sederhana Menghilangkan Goresan di Kaca Helm

Maemoapps.com – Helm merupakan perangkat wajib dari pemilik kendaraan khususnya motor. Bagaimana tidak, helm ini merupakan salah satu perangkat keselamatan ketika kita berkendara.

Membahas tentang helm ini, ada bagian yang selalu melindungi bagian wajah dan mata pengendara dari kotoran, debu, air hujan, dan terik matahari yaitu visor atau kaca helm.

Karena fungsi dan letaknya yang berada di depan sudah pasti kotor dan beberapa goresan akibat terjatuh ataupun karena berbenturan dengan sesuatu tidak bisa dihindarkan dari kaca helm.

Terkait hal ini, Dika dari Dunia Motor akan memberikan cara untuk menghilangkan goresan-goresan yang ada pada kaca helm ini. Sebelum ini, banyak dari mereka yang lebih memilih mengganti ketimbang menghilangkan goresan dengan beberapa cara sederhana.

Pertama lepaskan kaca helm dengan hati-hati kemudian cuci kaca helm dengan air sabun dan upayakan membilasnya di bawah air mengalir supaya kotoran yang masih menempel lebih cepat terlepas.

Setelah itu, amplas kaca helm menggunakan amplas paling alus (1.500 – 2.200 SW) sambil diguyur dengan air sabun atau air yang mengalir. Lakukan terus tahap ini, terutama pada bagian kaca yang memiliki banyak goresan.

Setelah diamplas, kaca akan terlihat kusam dan banyak goresan. Maka tunggulah beberapa waktu untuk membersihkannya. Keringkan kaca helm, lalu poles bagian kusam tadi dengan white compound. Gunakan kain katun yang halus untuk mempraktikkan hal tersebut.

Betapa Pentingnya Mematikan Mesin Kendaraan Ketika Mengisi Bahan Bakar

Maemoapps.com – Bukan hal yang asing lagi bukan jika terdapat sebuah papan peringatan yang berisikan peringatan untuk mematikan mesin ketika kita sedang mengisi bensin. Namun juga tidak sedikit orang yang masih saja tidak menganggap penting peringatan tersebut. Banyak dari para pengguna kendaraan masih saja menyalakan mesin ketika sedang mengisi bahan bakar.

Dengan tetap menyalakan mesin ketika mengisi bahan bakar sangat berbahaya bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebakaran. Salah satu yang menjadi alasan harusnya mematikan mesin disaat mengisi bahan bakar yakni adanya aliran listrik statis.

Aliran listrik statis itu bisa membuat muatan listrik tidak seimbang baik di dalam maupun di permukaan dekat selang bensin. Ini bisa menyebabkan
munculnya percikan api karena uap bahan bakar di sekitar selang bahkan paling parah bisa terbakar.

Hal satu tersebut juga menjadi alasan mengapa dilarangnya para pelanggan bermain handphone ketika sedang mengisi bahan bakar pada kendaraannya. Hal serupa memiliki banyak kemungkinan akan terjadi. Aliran listrik statis bisa timbul saat ponsel digunakan terlebih saat menelepon. Chargeran ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin.

Pada kendaraan yang memiliki mesin bensin, pembakaran bisa saja terjadi lanratan busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi. Bensin memang lebih cepat terbakar daripada diesel.

Tidak kalah berbahayanya juga jika mobil sedang disi bensin kemudian kita starter. Itu karena saat starter mobil, mesin menggunakan bensin dan sistem kelistrikan lebih banyak agar mobil bisa menyala dengan cepat. Terakhir tidak perlu juga untuk menggoyang-goyang kendaraan saat isi bensin.

Begini Cara Menggunakan Fitur Idling Stop System (ISS)

Maemoapps.com – Sebuah teknologi canggih sudah dipakai Honda diproduk terbarunya yang dimana teknologi tersebut dapat mematikan mesin secara otomatis pada saat berhenti sejenak atau berhenti di lampu merah.

Nama teknologi tersebut adalah Idling Stop System (ISS). Selain dapat mematikan motor secara otomatis, dengan ISS penggunaan bahan bakar akan lebih awet dan hemat.

Motor yang menggunakan teknologi ini sangat cocok digunakan di kota-kota besar seperti Jakarta, yang banyak traffic light dan rute-rute macet. Namun, beberapa pengendara masih ada yang belum mampu memaksimalkan fitur ramah lingkungan ini.

Mengetahui hal ini, salah satu dealer Honda di Cengkareng memberikan sedikit pengetahuan agar fitur ISS berfungsi dengan baik.

Hal pertama yang diperhatikan adalah pengendara bisa menyalakan mesin kendaraan menggunakan Electric Starter, hal ini dipilih supaya ISS dapat digunakan. Karena ISS tidak bisa digunakan jika motor dinyalakan dengan kick starter.

Kemudian yang kedua, perhatikan tombol switch ISS. Untuk mengatifkan fitur ini tinggal ubah posisi button switch ke posisi Idling Stop, jika ada indikasi lampu hijau di speedometer menandakan ISS siap digunakan.

Dan yang terakhir adalah pastikan kendaraan berhenti setidaknya 3 detik, jangka waktu yang diperlukan untuk ISS beroperasi yaitu 3 detik setelah berhenti.
Vehicle Speed Sensor dan Throttle Position Sensor akan otomatis mendeteksi rentang waktu tersebut.

Dengan begini jadi tahu bukan bagaimana cara yang benar dalam penggunaan Idling Stop System (ISS). Selalu utamakan keselamatan ketika berkendara.

Ini Jarak Aman Kendaraan di Depan dan Belakang

Maemoapps.com – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua mapun roda empat dengan truk semakin meningkat. Kecelakaan lalu lintas seperti ini terkadang menyalahkan sopir truk. Mulai dari mengerem mendadak, tidak memberi kode dll.

Namun, apakah pernah terfikir jika kita sebagai pengendara motor atau mobil juga diharuskan tahu jarak aman berkendara ketika berada di belakang atau depan truk.

Melihat kasus ini, seorang Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) bernama Sony Susmana memberikan sebuah pembelajaran terkait seberapa jauh sebenarnya jarak aman kendaraan dengan kendaraam didepannya.

“Ini paling tidak disarankan karena truk remnya lebih besar, sehingga itu kondisi paling tidak aman, khususnya di jalan tol. Jadi kira-kira kalau di belakang kita ada mobil besar dan di depannya juga ada mobil (bukan truk) maka usahakan rada dekat dengan mobil depan karena mobil truk kan rem nya rada telat. Jadi kalau di belakangnya ada mobil besar, diusahakan kita sudah memikirkan (jarak aman)akan membawa mobil kemana bila mobil depannya berhenti,” ucapnya Sony.

“Lebih baik kita menjaga jarak aman atau menjaga 4 detik dari mobil depan. Sehingga begitu di depan rem mendadak kita bisa menghindar, antisipasi, serta memberikan informasi kepada mobil belakang,” lanjutnya.

Terkait itu, Kepala Terminal Tanah Merdeka, Sutrisno, mengatakan masih banyak sopir truk yang mengendarai secara ugal-ugalan. Belum lagi, tingginya kendaraan truk membuat kebanyakan sopir tidak melihat apa yang ada di samping-sampingnya.

Seringkali, kecelakaan justru melibatkan truk dengan sepeda motor karena tak sabar hingga berani untuk selap-selip.

“Meski kita sudah hati-hati, kita gak tahu kan orang lain bagaimana. Untuk pengendara motor, jaga diri baik-baik di jalan jangan selap-selip, karena kadang gak kelihatan ya, motor kan pendek, kalau Anda di sampingnya persis gak bakal kelihatan,”jelasnya Sutrisno.

Sayangi Mesin Mobil Dengan Hilangkan Kebiasaan Matikan Mesin Mendadak

Maemoapps.com – Beberapa pemilik kendaraan seperti mobil dan motor sering kali mematikan mesin dengan tiba-tiba. Hal ini dikarenakan terburu-buru atau mungkin malas atau mengkin sebuah kebiasaan negatif.

Perlu disadari jika mematikan mesin mobil secara tiba-tiba dapatmemicu kerusakan pada mesin mobil milikmu. Servis rutin yang dilakukan setiap bulan juga tak akan berguna kalau mematikan mobil saja tidak pernah benar.

Kenapa bisa terjadi kerusakan mesin?. Itu karena pergerakan mesin yang awalnya melaju dengan kencang, kemudian secara tiba-tiba berhenti dan mati. Dan hal itu juga dibenarkan oleh salah satu mekanik di Rotary Bintaro.

“Ibaratkan ketika Anda berlari kencang, tiba-tiba berhenti karena tersandung batu,” demikian kata mekanik

Kerusakan dapat bertambah parah jika mesin mobil jarang diganti pelumas. Pemberian pelumas segar pada mesin mobil sama seperti saat perut lapar.

“Kalau kita tidak makan, otomatis kita kehabisan tenaga. Beraktivitas pun jadi tidak bersemangat. Mesin mobil juga demikian, pelumas itu ibaratkan sebuah makanan lezat bagi mesin-mesin,” sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskan jika mengganti pelumas mesin dengan rutin sangat penting dilakukan karena dapat membuat mesin mobilmu tetap gahar karena mesin selalu diremajakan.

Demi menghindari rusak dan ausnya mesin maka perhatikan untuk tidak
mematikan mesin mobil secara mendadak. Kalaupun mobilmu ingin berhenti, turunkan kecepatannya lebih dulu hingga berhenti dan putaran mesin idle agar mesin tidak terkejut saat hendak dimatikan.

Membersihkan Handel Pintu Mobil Mudah! Begini Caranya


Maemoapps.com – Handel pintu merupakan perangkat pada kendaraan beroda empat yang sangat sering bersentuhan dengan tangan dan hal ini tentu mambuat tampilan dari handel pintu ini jadi tampak pucat dan kusam.

Tidak hanya itu, handel pintu juga sering terpapar sinar matahari dan hujan karena letaknya yang berada di luar. Dan beberapa pemilik banyak yang tidak mengerti bagaimana cara membersihkan handel pintu ini.

Menanggapi hal ini, Manager Detailing, Rajawali Care Protection bernama Harno membeberkan cara tentang bagaimana cara mudah membersihkan handel pintu pada mobil.

“Cara merawat door handle pertama kita mencucinya dahulu seperti mencuci mobil dengan shampoo mobil dan di keringkan,” tutur Harno, Manager Detailing, Rajawali Care Protection.

Kemudian, pastikan untuk memakai cairan vinyl protection pada door handle yang bermaterial plastik. Cara penggunaanya cukup mudah hanya dengan cara diusap menggunakan lap microfiber.

“Kalau untuk door handle yang bermaterial krom cara membersihkannya dengan diusapkan cairan metal polish,” tutur Harno.

“Perawatan door handle baik dilakukan secara berkala biasanya setiap 6 bulan sekali”. tambah Harno.

Beberapa cairan pembersih door handle dikatakan Harno sangat mudah sekali dihumpai di toko perkakas atau gerai-gerai otomotif dan untuk harganya juga cukup terjangkau yaitu kisar Rp 30.000-200.000.

Hindari Kesalahan Ini Ketika Membeli Busi

Maemoapps.com – Salah satu masalah yang sering dihadapi para pengguna kendaraan roda dua adalah mogok dan dugaan dari mogoknya kendaraan adalah karena busi motor yang bermasalah.

Terkait dengan perangkat yang satu ini fungsinya sebenarnya sederhana yaitu memberikan pengapian kepada mesin dan jika fungsi itu tidak maksimal maka kendaraan bermotor tidak akan berjalan atau mogok.

Daripada memperbaiki lebih baik untuk mengganti yang baru dan pada saat membeli baru ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya tidak salah membeli busi baru.

Dan yang paling penting pada saat pembelian busi baru diungkapan oleh salah satu Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano yaitu perhatikan spesifikasi busi yang digunakan kendaraan Anda.

“Penting untuk diketahui, dalam memilih busi harus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Jika tidak, maka akan timbul kerusakan pada engine,” jelasnya Technical Support NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano.

Tidak hanya itu, Diko Oktaviano juga memberikan penjelasan tentang apa saja keselahan yang biasa dilakukan oleh konsumen ketika membeli busi untuk motor.

Pertama adalah membeli busi jenis non-resistor untuk kendaraan bertipe injeksi, padahal kegunaan dari keramik resistor adalah untuk meredam elektrical noise yang timbul pada saat proses pengapian.

Dan untuk keselahan selanjutnya adalah kesalahan menentukan tingkat panas, ketika membeli busi pastikan tingkat panas busi sesuai dengan karakter engine kendaraan.

Dan yang terakhir adalah kesalahan pemilihan dimensi busi contohnya adalah menggunakan busi dengan barrier atau ulir yang lebih pendek dari standarnya. Hal ini akan mengganggu aliran udara sekitar busi.