Hanya Ada 25 unit di Indonesia, Ini Produk Baru Chevrolet

Maemoapps.com – Dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, General Motors Indonesia lewat salah satu mereknya yaitu Chevrolet menghadirkan sebuah produk limited edition.

Kenapa disebut limitid edition? dikatakan oleh Sumito Ishii, Vice President of Sales, Service, and Marketing GM South East Asia jika produk yang bernama Chevrolet Colorado Centennial Edition 2018 hanya tersedia 25 unit di pasar otomotif Indonesia.

Diluncurkannya Colorado Centennial Edition 2018 merupakan sebuah perayaan dari 100 tahun truk pikap buat pasar Asia Tenggara, di mana total jatah untuk seluruh di ASEAN sebanyak 300 unit, dan yang dibagi ke beberapa negara.

“Buat merayakan eksistensi satu abad, kami mempersembahkan Colorado Centennial untuk ASEAN. Kami mempersembangkan juga buat para loyalisnya di dalam negeri,” jelasnya Sumito Ishii.

Produk terbatas ini diketahui memiliki dapurpacu yang cukup tangguh, diketahui jika Colorado Centennial Edition membawa mesin 2.8L Duramax 4-Silinder VGT yang mampu mengeluarkan torsi 500 Nm. Berstatus terbatas Colorado spesial ulang tahun satu abad ini juga punya khas heritage bowtie emblem ekslusif.

Tidak hanya itu. Colorado Centennial Edition juga mengunakan sebuah konsep “100 year badge” yang dimana warna garis dan warna desain merupakan varian yang diusung oleh truk Chevrolet generasi awal. Setiap model juga bakal dilengkapi dengan nomor registrasi yang unik, terdapat pada bagian dalam pintu.

Selain itu tampilan eksterior juga diperkuat dengan stiker pada kap mesin, pelek 18 inci dan fender flare. Buat yang berminat, General Motors Indonesia membanderol Rp 555 juta OTR Jakarta, dan tersedia pada Mei 2018.

Begini Cara Sederhana Menghilangkan Goresan di Kaca Helm

Maemoapps.com – Helm merupakan perangkat wajib dari pemilik kendaraan khususnya motor. Bagaimana tidak, helm ini merupakan salah satu perangkat keselamatan ketika kita berkendara.

Membahas tentang helm ini, ada bagian yang selalu melindungi bagian wajah dan mata pengendara dari kotoran, debu, air hujan, dan terik matahari yaitu visor atau kaca helm.

Karena fungsi dan letaknya yang berada di depan sudah pasti kotor dan beberapa goresan akibat terjatuh ataupun karena berbenturan dengan sesuatu tidak bisa dihindarkan dari kaca helm.

Terkait hal ini, Dika dari Dunia Motor akan memberikan cara untuk menghilangkan goresan-goresan yang ada pada kaca helm ini. Sebelum ini, banyak dari mereka yang lebih memilih mengganti ketimbang menghilangkan goresan dengan beberapa cara sederhana.

Pertama lepaskan kaca helm dengan hati-hati kemudian cuci kaca helm dengan air sabun dan upayakan membilasnya di bawah air mengalir supaya kotoran yang masih menempel lebih cepat terlepas.

Setelah itu, amplas kaca helm menggunakan amplas paling alus (1.500 – 2.200 SW) sambil diguyur dengan air sabun atau air yang mengalir. Lakukan terus tahap ini, terutama pada bagian kaca yang memiliki banyak goresan.

Setelah diamplas, kaca akan terlihat kusam dan banyak goresan. Maka tunggulah beberapa waktu untuk membersihkannya. Keringkan kaca helm, lalu poles bagian kusam tadi dengan white compound. Gunakan kain katun yang halus untuk mempraktikkan hal tersebut.

Betapa Pentingnya Mematikan Mesin Kendaraan Ketika Mengisi Bahan Bakar

Maemoapps.com – Bukan hal yang asing lagi bukan jika terdapat sebuah papan peringatan yang berisikan peringatan untuk mematikan mesin ketika kita sedang mengisi bensin. Namun juga tidak sedikit orang yang masih saja tidak menganggap penting peringatan tersebut. Banyak dari para pengguna kendaraan masih saja menyalakan mesin ketika sedang mengisi bahan bakar.

Dengan tetap menyalakan mesin ketika mengisi bahan bakar sangat berbahaya bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebakaran. Salah satu yang menjadi alasan harusnya mematikan mesin disaat mengisi bahan bakar yakni adanya aliran listrik statis.

Aliran listrik statis itu bisa membuat muatan listrik tidak seimbang baik di dalam maupun di permukaan dekat selang bensin. Ini bisa menyebabkan
munculnya percikan api karena uap bahan bakar di sekitar selang bahkan paling parah bisa terbakar.

Hal satu tersebut juga menjadi alasan mengapa dilarangnya para pelanggan bermain handphone ketika sedang mengisi bahan bakar pada kendaraannya. Hal serupa memiliki banyak kemungkinan akan terjadi. Aliran listrik statis bisa timbul saat ponsel digunakan terlebih saat menelepon. Chargeran ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin.

Pada kendaraan yang memiliki mesin bensin, pembakaran bisa saja terjadi lanratan busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi. Bensin memang lebih cepat terbakar daripada diesel.

Tidak kalah berbahayanya juga jika mobil sedang disi bensin kemudian kita starter. Itu karena saat starter mobil, mesin menggunakan bensin dan sistem kelistrikan lebih banyak agar mobil bisa menyala dengan cepat. Terakhir tidak perlu juga untuk menggoyang-goyang kendaraan saat isi bensin.

Begini Cara Menggunakan Fitur Idling Stop System (ISS)

Maemoapps.com – Sebuah teknologi canggih sudah dipakai Honda diproduk terbarunya yang dimana teknologi tersebut dapat mematikan mesin secara otomatis pada saat berhenti sejenak atau berhenti di lampu merah.

Nama teknologi tersebut adalah Idling Stop System (ISS). Selain dapat mematikan motor secara otomatis, dengan ISS penggunaan bahan bakar akan lebih awet dan hemat.

Motor yang menggunakan teknologi ini sangat cocok digunakan di kota-kota besar seperti Jakarta, yang banyak traffic light dan rute-rute macet. Namun, beberapa pengendara masih ada yang belum mampu memaksimalkan fitur ramah lingkungan ini.

Mengetahui hal ini, salah satu dealer Honda di Cengkareng memberikan sedikit pengetahuan agar fitur ISS berfungsi dengan baik.

Hal pertama yang diperhatikan adalah pengendara bisa menyalakan mesin kendaraan menggunakan Electric Starter, hal ini dipilih supaya ISS dapat digunakan. Karena ISS tidak bisa digunakan jika motor dinyalakan dengan kick starter.

Kemudian yang kedua, perhatikan tombol switch ISS. Untuk mengatifkan fitur ini tinggal ubah posisi button switch ke posisi Idling Stop, jika ada indikasi lampu hijau di speedometer menandakan ISS siap digunakan.

Dan yang terakhir adalah pastikan kendaraan berhenti setidaknya 3 detik, jangka waktu yang diperlukan untuk ISS beroperasi yaitu 3 detik setelah berhenti.
Vehicle Speed Sensor dan Throttle Position Sensor akan otomatis mendeteksi rentang waktu tersebut.

Dengan begini jadi tahu bukan bagaimana cara yang benar dalam penggunaan Idling Stop System (ISS). Selalu utamakan keselamatan ketika berkendara.

Ini Jarak Aman Kendaraan di Depan dan Belakang

Maemoapps.com – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua mapun roda empat dengan truk semakin meningkat. Kecelakaan lalu lintas seperti ini terkadang menyalahkan sopir truk. Mulai dari mengerem mendadak, tidak memberi kode dll.

Namun, apakah pernah terfikir jika kita sebagai pengendara motor atau mobil juga diharuskan tahu jarak aman berkendara ketika berada di belakang atau depan truk.

Melihat kasus ini, seorang Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) bernama Sony Susmana memberikan sebuah pembelajaran terkait seberapa jauh sebenarnya jarak aman kendaraan dengan kendaraam didepannya.

“Ini paling tidak disarankan karena truk remnya lebih besar, sehingga itu kondisi paling tidak aman, khususnya di jalan tol. Jadi kira-kira kalau di belakang kita ada mobil besar dan di depannya juga ada mobil (bukan truk) maka usahakan rada dekat dengan mobil depan karena mobil truk kan rem nya rada telat. Jadi kalau di belakangnya ada mobil besar, diusahakan kita sudah memikirkan (jarak aman)akan membawa mobil kemana bila mobil depannya berhenti,” ucapnya Sony.

“Lebih baik kita menjaga jarak aman atau menjaga 4 detik dari mobil depan. Sehingga begitu di depan rem mendadak kita bisa menghindar, antisipasi, serta memberikan informasi kepada mobil belakang,” lanjutnya.

Terkait itu, Kepala Terminal Tanah Merdeka, Sutrisno, mengatakan masih banyak sopir truk yang mengendarai secara ugal-ugalan. Belum lagi, tingginya kendaraan truk membuat kebanyakan sopir tidak melihat apa yang ada di samping-sampingnya.

Seringkali, kecelakaan justru melibatkan truk dengan sepeda motor karena tak sabar hingga berani untuk selap-selip.

“Meski kita sudah hati-hati, kita gak tahu kan orang lain bagaimana. Untuk pengendara motor, jaga diri baik-baik di jalan jangan selap-selip, karena kadang gak kelihatan ya, motor kan pendek, kalau Anda di sampingnya persis gak bakal kelihatan,”jelasnya Sutrisno.

Rival Baru Untuk Honda CBR250RR dan Yamaha YZF-R25 Dari China

Maemoapps.com – Salah satu produsen otomotif asal China, Loncin sepertinya ingin menantang Kawasaki Ninja, Honda CBR250RR dan Yamaha YZF-R25 di kelas sportbike 300 cc dengan produk sportbike terbaru bernama Loncin GP300.

Jika melihat data dari Loncin GP300 diketahui jika Loncin GP300 dilengkapi dengan mesin 4-stroke, berpendingin cairan 292,4 cc. Dengan dapur pacu tersebut, Loncin diklaim dapat menghasilkan 29 bhp pada 8.500 rpm dan torsi puncak 25 Nm pada 7.000 rpm.

Untuk bagian penopang beban dari Loncin GP300 diketahui menggunakan kombinasi upside down dan monoshock di bagian belakang. Dan untuk sistem pengereman dari
Loncin GP300 memakai cakram depan-belakang tanpa adanya opsi antilock brake system.

Sebagai informasi, merek Loncin adalah bagian dari Longxin Motorcycle Industry Co. Ltd, yang memproduksi sepeda motor, mesin sepeda motor, dan ATV dengan merek Loncin. Bahkan, diketahui jika dulu Loncin pernah bekerja dibawah BMW Motorrad.

Dengan fakta ini diketahui jika  Loncin bukan pemain kecil dalam dunia otomotif. Loncin dan TVS Motor Company memiliki pengalaman serupa. Saat ini, TVS memproduksi model BMW entry-level, BMW G 310 R dan BMW G 310 GS di India, dan Loncin tampaknya memiliki sejarah dengan BMW Motorrad juga, memproduksi lebih dari 35.000 mesin untuk BMW Motorrad

Hankook Ventus Prime³ Ditetapkan Sebagai Ban Dengan Pengereman Terbaik

Maemoapps.com – Perusahaan pembuat ban asal Korea, Hankook dikabarkan berhasil memenangkan gelar ‘Good’ dalam pengujian dari ADAC (Allgemeiner Deutscher Automobil-Club)1 yang dilakukan pada musim panas 2018 disalah satu produknya.

ADAC (Allgemeiner Deutscher Automobil-Club)1 yang merupakan sebuah Institusi ternama otomotif di Jerman memberikan pujian terhadap Hankook Ventus Prime³ yang dinilai memiliki performa pengereman yang luar biasa.

“Hankook Ventus Prime³ dikembangkan untuk memberikan perpaduan ideal antara kenyamanan perofrma, kenyamanan, keamanan dan ramah lingkungan,” kata Hankook dilaman resminya.

Sebagai informasi tambahan, Hankook Ventus Prime³ juga pernah mendapatkan gelar yang sama pada tahun 2016 yang ketika itu pengujinya adalah Auto Bild. Dan Hankook Ventus Prime³ berhasil mengngungguli 51 produk merek teratas.

Dalam pengujian yang dilakukan untuk setiap ban, faktor utama yang dinilai dari pengujian adalah performa pengereman terbaik dengan kombinasi jarak pengereman basah dan kering.

Dan Hankook Ventus Prime³ memenuhi semua penilaian dengan hasil yang lebih baik dari para rivalnya. Hankook Ventus Prime3 sendiri memang dibuat dengan berfokus pada performa pengereman tertuju pada permukaan basah, dan ini menjadi tugas utama para insinyur Hankook selama pengembangan.

Hankook Ventus Prime tersedia di pasaran lebih dari 90 ukuran dengan lebar tapak 195-245 untuk seri 65 sampai 40, dan indeks kecepatan HW (210 – 270 km/jam) untuk spektrum mobil penumpang mulai dari mobil kompak hingga mobil mewah.

Tidak Meraih Hasil Baik di Seri Pembuka MotoGP 2018, Vinales Kecewa

Maemoapps.com – Rekan Valentino Rossi di Movistar Yamaha, Maverick Vinales menuturkan jika dirinya merasa menyesal karena gagal masuk tiga besar di musim pembukaan MotoGP 2018 yang berlangsung di di Sirkuit Losai, Qatar.

Pada seri pembukaan pembalap asal Spanyol tersebut star di posisi ketujuh dan ketika tembakan pemulai star dimulai Vinales langsung mencoba merangseng masuk ke posisi yang terdepan akan tetapi hal tersebut sulit karena diakui Vinales motor Yamaha YZR-M1 yang ditungganginya belum memiliki setelan yang tepat.

Menjalani balapan hingga selesai, Maverick Vinales berhasil finish di posisi ke enam dengan catatan waktu lebih lambat 3,888 detik dari Andrea Dovizioso yang jadi juara.

“Jujur, saya tak merasa ini merupakan momen terbaik. Seperti yang sudah saya katakan selama tes, kami memiliki beberapa masalah. Saya tak merasa nyaman dengan motornya, akan tetapi kami terus berusaha untuk memecahkan masalah itu,” tutur Vinales seperti dikutip situs resmi Yamaha.

“Kami mencoba sesuatu baru, yang mana dengan temperatur panas, saya sangat menyukainya, akan tetapi malam itu semuanya tidak bekerja. Saya memiliki dua momentum untuk melesat, akan tetapi saya merasa tak nyaman. Jadi, kami harus melanjutkan itu pada balapan selanjutnya untuk menemukan setelan motor yang lebih baik,” kata pembalap asal Spanyol itu.

Sedangkan nasib lebih beruntung di terima Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor itu berhasil finis di peringkat ketiga dengan catatan waktu 0,797 detik dari Dovizioso.

Tahun Ini Madza Fokuskan Penjualan

Maemoapps.com – Perusahaan otomotif Jepang, Mazda Motor Corporation dikabarkan akan menggebar penjualan unitnya di pasar otomotif Indonesia dengan sudah lengkapnya daftar setiap mobil yang akan dipasarkan.

Bahkan dikatakan oleh Presiden Direktur Eurokars Motor Indonesia, Roy Arman Arfandy jika target penjualan Mazda yakni 8.000 unit. Hal ini Madza lakukan setalah tahun lalu telah mengeluarkan banyak produk.

“Tahun lalu kita baru pindah kan (ke EMI), mobil juga baru dimasukkan pada April dan Mei 2017 kemarin. Nah sekarang line up kita sudah lebih lengkap nih, launching juga sudah banyak kita lakukan. Oleh karena itu kita optimis untuk tahun ini,” tutur Roy di Jakarta.

Dengan sudah lengkapnya line up Madza sudah dipastikan jika tahun ini akan berfokus untuk menguasai pasar otomotif Indonesia. Madza sendiri sudah menjual 492 unit mobil di Januari dan 420 unit di Februari. SUV premium terbarunya, All New Mazda CX-9, bahkan telah diboyong sebanyak 200 unit sejak kelahirannya di Februari 2018.

“Kalau saya lihat cukup on track ya. Tapi memang kalau di awal tahun itu slow start. Tapi sekitar Maret atau April saya perkirakan bakal naik nih,” ucapnya Roy.

“Target kita tahun ini 8.000 unit. Kontribusinya sendiri, sekitar 8 persen di CX-9, (600 sampai 800 unit), 25 sampai 30 persen pada CX-5, Mazda 2 itu 20 persenan, sisanya campur,” Roy menambahkan.

Mempunyai Amunisi Baru di MotoGP 2018, Aprilia Pastikan Raih Lima Besar

Maemoapps.com – Menjelang gelaran MotoGP pada musim 2018 ini, Pabrikan asal Italia Aprilia menegaskan akan memberikan yang terbaik dan bisa masuk kedalam lima besar kompetisi balap terbesar tersebut.

Bukan tanpa alasan, Aprilia sangat percaya diri dengan hasil baik yang akan diperolejnya pada MotoGP 2018, pasalnya sebuah amunisi baru telah disiapkan Aprilia guna mengarungi MotoGP 2018 yaitu RS-GP racikan baru.

Jika menutur dari informasi yang diberikan Aprilia, RS-GP 2018 telah mendapatkan frame baru, dengan distribusi bobot yang direvisi. Tidak hanya itu, sisi suspensi depan dan lengan ayun (swingarm) serat karbon juga mengalami perubahan.

Lebih lanjut, RS-GP 2018 juga akan dilengkapi dengan airbox dan knalpot terbaru dam sudah pasti akan mendapatkan ubahan besar pada performa mesin berupa peningkatan mesin.

“RS-GP 2018 adalah pengoptimalan dan evolusi mendalam dari konsep yang kami dapatkan di trek tahun lalu. Frame sangat baru, begitu juga airbox, sistem pendingin dan aerodinamika,” tutur Racing Manager Aprilia Romano Albesiano.

“Langkah positif pertama dari proyek baru adalah hasil positif selama tes pramusim, dan menarik perhatian dua pebalap kami yang ikut merasakan perkembangannya. Ini membuat kita optimis akan hal ini dua musim MotoGP 2018,” lanjutnya Romano.

Sebagai informasi, gelaran motoGP 2018 akan dimulai pada 18 Maret 2018 dan sirkut pertama untuk memulai kompetisi balap ini adalah GP Qatar di Sirkuit Losail. Dan besar harapan Romano di seri pertama ini guna menguji performa RS-GP 2018.

“Saya mengharapkan pertumbuhan yang konsisten dari Aprilia sepanjang musim, seperti yang telah terjadi pada 2016 dan 2017. Tujuannya masih untuk memperjuangkan posisi di lima besar secara reguler,” tegas Romano.

Pebalap Aprilia untuk musim 2018 ini adalah Aleix Espargaro yang sebelumnya membela tim Suzuki, dan Scott Redding pengganti dari Sam Lowes yang harus kembali ke balapan Moto2.