GIIAS 2018 di Akan Hadirkan Banyak Produk Baru

Maemoapps.com – Setiap pameran otomotif pasti selalu menjadi kesempatan yang baik bagi para produsen otomotif untuk memamerkan produk baru atau penyegarannya. Dalam waktu dekat ini juga akan di selenggarakan Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 pada 2 hingga 12 Agustus.

Pameran otomotif terbesar tersebut akan menjadi panggung bagi 40 kendaraan baru dan konsep yang siap disajikan baik kendaraan roda empat atau roda dua oleh para pelaku otomotif dunia.

“Tak hanya kendaraan baru, kami ingin agar GIIAS bisa menjadi wadah untuk mensosialisasikan berbagai informasi dan kebijakan baru soal industri otomotif Tanah Air,” jelas Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

Yohanes juga menambahkan jika GIIAS 2018 bisa digunakan semua pemangku kepentingan untuk mengenalkan teknologi dan produk, sehingga memberikan pengaruh apik pada penjualan nasional.

“Sekarang ini dari Januari hingga Juni 2018 sudah terjual sekitar 550 ribu unit kendaraan. Saya optimis kinerja industri otomotif nasional sanggup memenuhi target 1,1 juta unit tahun ini. Semoga dengan GIIAS kali ini juga mampu merangsang pasar untuk pertumbuhan positif di semester kedua. Saya optimis sekali,” imbuh lagi Yohanes.

Dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 ini dikatakan oleh Yohanes Nangoi akan diikuti oleh 19 brand (APM) antara lain  Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Datsun, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Toyota, VW dan Wuling.

Sementara 11 merek motor yang terlibat adalah Benelli, BMW Motorrad, Harley-Davidson, Astra Honda Motor, Kawasaki, KTM, Nodzomi, Piaggio, Suzuki, Viar dan Yamaha.

Ini Komponen Wajib di Bawa Ketika Berkendara Jauh

Maemoapps.com – Yang namanya kesialan pasti tidak bisa diprediksi, seperti ketika mengendarai motor dengan jarak yang jauh. Maka dari itu wajib bagi para pengendara motor membawa beberapa perkakas atau tool-kit penting dan jas hujan.

Sebagimana dijaman sekarang produsen otomotif teleh mengembangkan beberapa pembaruan yang menguntungkan konsumen, salah satunya adalah bagasi bawah jok pada motor masa kini terbilang cukup mumpuni. Bahkan ada yang sanggup menampung helm berukuran full face.

Dengan berubahan tersebut kita harus bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Namun, selain beberapa perkakas atau tool-kit penting yang dibawa ketika melakukan perjalanan jauh ada juga suku cadang komponen yang harus disiapkan.

Dikatakan seorang pemilik bengkel JMS, Daan Mogot, Jakarta Barat bernama Budi ada beberapa komponen oada kendaraan yang dapat rusak sewaktu-waktu saat melakukan perjalanan jauh.

Mengenai hal tersebut, Budi memberikan beberapa saran komponen apa saja yang harus dibawa dan sedia ketiak melakukan perjalanan jauh.

1. Busi

Menurut Budi, hujan ketika malakukan perjalanan jauh tidak lah bisa dihindari oleh mesin. Salah satu bagian yang terkena dampak paling besar dari hujan adalah busi.

Karena basah terkena hujan yang lebat, busi bisa saja tiba-tiba rusak dan menyebabkan motor tidak bisa berjalan.

2. Sekring

Untuk yang satu ini Budi menyarankan wajib dibawa untuk pengendara yang menggunakan motor bermesin injeksi. Komponen tersebut sabgat berguna untuk memutus arus secara tiba-tiba karena ada kesalahan pada sistem kelistrikan.

3. Lampu utama

Jangan Asal Mengisi Oli, Perhatikan Daya Tampung Mesin Dahulu

Maemoapps.com – Salah satu kebutuhan kendaraan bermotor yang tidak boleh dilupakan adalah oli mesin. Oli sangat dibutuhkan oleh mesin sebagai pelumas dan juga untuk menambah awet mesin.

Setiap kendaraan pastilah memiliki tempat untuk menampung mesin, dan tempat tersebut memiliki daya tampung yang berbeda-beda pada setiap mesin kendaraan bermotor.

Hal tersebut wajib diketahui oleh pemilik kendaraan, pasalnya mengisian oli melebihi daya tampung kendaraan tersebut dapat menimbulkan efek tidak baik pada mesin.

Dijelaskan oleh salah satu pemilik bengkel bernama Yadi, jika kelebihan oli akan berdampak pada penurunan kualitas. Pasalnya, saat mesin bekerja akan menimbulkan gelembung-gelembung pada genangan oli, lalu bertabrakan dengan weight balance.

“Dalam takaran normal, seharusnya oli hanya untuk melapisi tidak perlu menggenangi. Jika oli menggenangi mesin, oli justru akan mudah keruh dan membuat kualitasnya menurun,” tegas Yadi.

Lebih lanjut, Yadi menjelaskan jika oli memiliki kekentalan yang pasti atau konsisten. Sehingga jika pengisian oli melebihi daya tampung dapat menimbulkan hambatan pada mesin. Seperti kinerja mesin yang terasa berat dan membuat performa motor menjadi melempem.

“Jadi mulai sekarang hindari kelebihan oli pada motor agar tidak membuat motor mengalami kerusakan,” jelas lagi Yadi.