Honda Coba Mempertahankan Generasi Y?

Maemoapps.com – Generasi Y disini adalah para kaum Milenial, dengan pesatnya kemajuan teknologi di bidang informasi, membuat mudahnya memilih yang terbaik. Hal ini juga di rasakan di bidang otomotif.

Para penggila otomotif mulai merubah sikap, dalam hal pemilihan produk mereka lebih kritis dan rasional. Hal ini di rasakan sendiri oleh General Manager Honda Customer Care Center (HC3) Division AHM, Istiyani Susriyati.

“Kalau generasi X, itu konsumennya royal. Tapi kalau sekarang, mereka lebih kritis. Dalam artian lebih rasional, lebih mencari data, sehingga untuk para penjual harus lebih ngerti, luwes, tidak hanya mengeluarkan kata-kata indah saja,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Honda yang tak mau kehilangan pelanggan royalnya. Kini mulai mengembangkan SDM khususnya front liner disetiap dilernya.

“Jadi kita harus menyesuaikan mereka, harus bisa fit,” ucap Istiyani.

“Sehingga beberapa pendekatan kita lakukan. Ga hanya jual saja. Seperti turing, kopdar, sharing info, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Lexus Tak Ingin Ambil Mesin Turbo Dari Perusahaan Lain

Maemoapps.com – Ada sejumlah merek mobil yang saat ini sudah memakai turbo untuk mesin di mobilnya. Namun ada satu merek mobil yang merupakan pabrikan dari negara Jepang yakni Lexus, masih tertinggal satu langkah dalam hal ini.

Namun pihak Lexus juga memiliki alasannya sendiri kenapa tidak menggunakan turbo untuk mobilnya. Seperti yang sudah dituturkan oleh General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja, Lexus ternyata masih ingin mengembangkan turbo secara mandiri. Pihaknya tidak mau membeli turbo dari perusahaan lain.

“Begini, saya sudah ngobrol sama orang di Jepang sana, dia bilang kalau orang lain memang turbonya itu kan ada perusahaan bikin turbo dia beli-lah turbonya pasangin, Lexus bisa saja dengan gampang out house dipakai turbonya. Tapi nggak rela si Jepangnya nggak mau, karena turbo itu pada umumnya punya kelemahan turbo lag namanya,” ujarnya, di Jakarta.

Lexus tidak mengharap jika mobilnya yang nantinya dipasangi turbo akan mengalami gejala turbo lag yang akan membuat mobilnya menjadi kurang asyik untuk ditunggangi. Saat ini Lexus pun sudah memulai untuk mengembangkan turbo sendiri (in house) sampai menemukan formula di mana tidak terjadi turbo lag.

“Akhirnya dia bikin in house turbo yang nggak ada turbo legnya, dimulai dari LS 500, dengan 3,5 liter twin turbo tanpa turbo lag,” jelas Adrian

Nissan Laku Keras Jual Mobil Listrik Jenis Nissan Note e-Power

Maemoapps.com – Dalam kurun waktu yang relatif singkat, satu produsen mobil yang berasal dari Jepang yakni Nissan sudah menjual mobil listriknya sebanyak 100.000 unit. Mobil listrik yang laku keras tersebut berjenis mobil listrik Nissan Note e-Power.

Dengan lakunya mobil listrik yang berjumlah tinggi tersebut, pihak Nissan mengadakan acara dalam rangka perayaan dengan menggundang pemilik Note ke-100.000 itu dalam sebuah event di Nagoya Motor Show.

Motor listrik di Note e-Power mengirimkan tenaga yang besar, dengan akselerasi yang responsif dan minim suara dalam berbagai kondisi. Sistem penggerak e-POwer berasal dari teknologi Nissan LEAF. Sama dengan LEAF, sistem Nissan e-POWER menggerakkan roda kendaraan menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board.

Namun ada perbedaan diantara kendaraan listrik biasa, teknologi Nissan e-POWER ada keunggulan lantaran tidak membutuhkan charger eksternal. Untuk Nissan e-POWER hanya menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai.

Mesin bensin tidak menggerakan roda kendaraan dan beroperasi hanya jika dibutuhkan, melalui sistem kerja seperti ini menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Saat pertama kali dirilis bulan November 2016, hatchback berukuran ringkas dari Nissan itu dalam 1 bulan pertama terjual 10.000 unit. Penjualan kemudian naik lagi menjadi 30.000 pada bulan Februari 2017, dan 50.000 unit di bulan berikutnya.