Ratusan Karyawan Tesla Dipecat tanpa Alasan

Maemoapps.com – Kabar buruk datang langsung dari salah satu produsen mobil listrik mewah yakni Tesla. Seperti kabar yang sudah menyebar baru-baru ini, ada berita terkait dengan pihak Tesla sendiri telah memberhentikan karyawan dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebanyak 400 karyawan diberhentikan sepanjang pekan lalu.

Kabar tresebut disampaikan langsung oleh salah satu karyawan yang nasibnya juga dipecat dari Tesla. Sementara dalam surat elektronik yang ditujukan untuk Reuters, pemecatan merupakan hasil dari review tahunan Tesla.

“Pemecatan dilakukan pada 400 orang mulai dari asisten, team leader sampai supervisor. Kami tidak tahu seberapa besar ini,” ujar seorang karyawan.

Pada beberapa waktu lalu, Tesla memang sempat dikabarkan telah mengalami kesulitan dalam produksi mobil terbarunya model 3. Kabarnya, Tesla telah menemukan leher botol dalam produksi yang menjadi salah satu faktor penghambat kenerja perusahaan.

Saat ini Tesla sudah mengirim 220 sedan Model 3 dan memproduksi 260 mobil selama kuartal ketiga.

Sesuatu Yang Akan Dihadirkan Toyota 20 Tahun Yang Akan Datang Nanti

Maemoapps.com РRencana Toyota untuk menciptakan antara  Mobil listrik, hybrid atau hidrogen belum diketahui nantinya dalam 10-20 kedepannya. Pihak Toyota ternyata ingin bermain dengan rapih dan juga aman dalam memainkan semua opsi tenaga penggerak.

Hal tersebut diterangkan oleh CEO Toyota Motor Corp, Akio Toyoda dalam paparan kinerja perusahaan kepada para investor Toyota di Texas, Amerika Serikat. Pihaknya menjelaskan bahwa Toyota sudah terlebih dahulu melakukan elektrifikasi pada line upnya sejak 20 tahun lalu dengan merilis mobil hybrid Prius.

Selain itu, dia juga tidak menampik adanya pasar mobil listrik dan hybrid masih kecil. Menurutnya, pasar mobil listrik saat ini baru 1 persen, hybrid 3 persen, namun dalam beberapa tahun terakhir, penjualan hybrid mulai merangkak naik dengan perkiraaan penjualan mencapai 15 juta sampai 2020, dan tren hybrid ini akan diikuti pula oleh mobil listrik.

“Saat orang tanya mobil apa yang saya kendarai 10, 20 atau 30 tahun dari sekarang? Saya bilang kepada mereka, saya rasa bukan hanya satu jenis saja, saya tidak rasa setiap penggerak cocok untuk semua market. Karena itu strategi kami adalah bermain dengan baik di semua opsi (penggerak,” ujar Toyoda.

Toyoda mencontohkan negerinya Jepang yang tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah fokus pada pengembangan hidrogen. Karena hidrogen bisa dihasilkan dari apa saja, dari air sampai sampah sekalipun. Pemerintah Jepang pun mendukung pengembangan mobil hidrogen, karena itu mobil hidrogen seperti Mirai menjadi pilihan utama buat Jepang.

Untuk negara-negara di Timur Tengah yang memiliki cadangan minyak besar, Toyota akan fokus pada mobil BBM dan hybrid. “Mobil-mobil itu akan dominan di Timur Tengah,” ujarnya.

Beda lagi di Norwegia, di sana listrik sangat mudah ditemui, pemerintahnya pun mendukung pengembangan tenaga listrik. “Di Norwegia, listrik akan menjadi pilihan penggerak,” ujarnya.

“Intinya kami tidak akan memilih pada satu arah, nanti konsumen dan pasar yang memilih, karena itu kami membuat berbagai pilihan tenaga penggerak. Saya ingin semua pilihan penggerak itu menjadi yang terbaik di kelasnya. Bagi kami saat bicara soal powertrain, bukan siapa yang lebih cepat, tapi siapa yang membuat lebih baik. Itu selalu menjadi filosofi Toyota,” lanjutnya.

Rencana KIA Bangun Pabrik Di Indonesia

Maemoapps.com – Untuk tetap bisa mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan pada mobilnya, salah satu produsen mobil yang berasal dari Korea Selatan mengambil keputusan untuk memilih menghadirkan langsung mobilnya dari Korea Selatan.

Hingga kini, hanya ada beberapa negara saja selain Korea Selatan yang membuat mobil KIA secara lokal. “Ada di Eropa, di Meksiko tuh ada yang CKD tapi semua under license dari KMC (Kia Motor Corp). Saat ini mereka lebih fokus untuk menjaga kualitas. Jadi kalau mereka sudah CKD pasti yang masuk itu bukan dari pemilik modal setempat tapi KMC-nya sudah masuk di situ,” jelas Brand Development General Manager Kia Mobil Indonesia, Harry Yanto.

Terkait dengan persoalan untuk mendirikan pebrik di Indonesia, kemungkinan masih ada peluang. Namun hingga kini masih dalam proses pertimbangan diantara mendirikan pabrik di Indonesia atau di India.

“Tertarik sih ada karena mereka sendiri masih melihat ini peluangnya ada dimana. Karena kalau mereka saat ini mau merakit untuk ASEAN atau untuk ASEAN dan Asia Selatan,” tutur Harry.

“Kenapa Asia Selatan karena kalau impor dari india kan cuma 5 persen juga bea impor, dari asean memang 0 tapi dari Asia Selatan itu cuma 5 persen. Nah itu dia (KMC) lagi memilih produk apa yang tepat lagi merancang karena mereka melihat antara ASEAN dan Asia Selatan nih ada kemiripan,” sambung Harry.

Pihak dari Kia sendiri juga melihat kondisi pasar di Indonesia dengan India hampir sama. Sama-sama penikmat mobil MPV.

“Indonesia sama India tuh hampir mirip, MPV paling bamyak laku di India, di ASEAN MPV paling banyak laku cuma di Indonesia sama Filipina, Thailand nggak, Malaysia nggak, Singapura nggak. Itu ciri negara berkembang, butuh mobil dengan harga terjangkau makanya ada mobil kecil,” tutup Harry.

Rencana Mitsubishi Hadirkan Xpander Untuk Anak Muda

Maemoapps.com – Para pembeli mobil Mitsubishi Xpander rata-rata didominasi oleh para masyarakat yang sudah berkeluarga. Namun, jika nanti kedepannya akan ada banyak para pemuda yang juga tertarik untuk memiliki mobil Mitsubishi Xpander , tidak menutup kemungkinan pihak Mitsubishi akan menghadirkan Xpander yang cocok untuk digunakan para kalangan anak muda.

“Saat ini kami fokus di mobil keluarga tapi mobil ini punya performa baik saat diajak berkendara kami tidak menutup kemungkinan ke depan untuk mempelajari kalau ada permintaan yang banyak buat anak muda, tapi sekarang fokus di mobil keluarga,” kata President Director PT MMKSI, Kyoya Kondo di pabrik Mitsubishi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017).

Bukan hanya itu saja, Mitsubishi juga telah menyiapkan dari jauh-jauh hari sebuah aksesoris asli yang ditujukan untuk bisa mempercantik tampilan Xpander yang juga bisa didapatkan di diler-diler Mitsubishi.

“Aksesoris sudah ada beberapa yang tersedia di diler mulai dari yang kecil-kecil hingga buat mempercantik tampilan eksterior,” tambah Kondo.

Inden XMAX Direspon Baik Di Indonesia

Maemoapps.com – Salah satu skuter matik bongsor Yamaha, yakni XMAX mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat luas. Banyak para peminat yang menginginkan untuk memiliki skuter bongsor tersebut.

Pesanan yang dilakukan secara inden pun mengular dengan waktu yang lumayan lama. Untuk jangka waktu inden skuter bongsor rakitan lokal tersebut kata GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Hendri Wijaya, tergantung dari warnanya.

“Macam-macam sih (jangka waktu indennya) ya, karena begitu kalau warnanya pas, seminggu juga bisa dia terima,” ujarnya, di Jakarta.

Namun jika warna yang dipesan tidak sesuai atau tidak cocok dengan konsumen yang memesan, waktu inden akan lebih lama.

“Rata-rata kalau warnanya belum pas, karena kan kita produksi kan belum pas sesuai mereka punya order kan, kalau nggak pas kalau nggak salah sebulan,” tutur Hendri.

Meski begitu, lanjut Hendri mengatakan, YIMM akan terus berusaha mempercepat jangka waktu inden untuk para konsumennya. “Kita persingkat terus,” ucapnya.

Nissan Lakukan Kesalahan Fatal, Pemerintah Jepang Turun Tangan

Maemoapps.com – Kesalahan yang dilakukan oleh Produsen besar yang berasal dari jepang membuat pemeritah Jepang untuk turun tangan langsung dalam menangani kasus tersebut.

Diketahui pihak Nissan Motor Co melakukan kesalahan yang dinyatakan sangat fatal. Nissan terbukti tidak melakukan pengecekan atau inspeksi akhir kendaraan dengan benar. Kementerian Transportasi Jepang langsung menggeruduk dua pabrik Nissan.

Penggerebekan dua pabrik Nissan ini merupakan bagian dari langkah penyelidikan terhadap inspeksi kendaraan yang tidak sah. Nissan mengonfirmasi bahwa pemerintah Jepang mendatangi dua pabrik Nissan, yaitu pabrik Tochigi dan Kyoto Autoworks.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan (dengan bantuan pihak ketiga) terhadap masalah inspeksi kendaraan ini di pabrik kami,” kata juru bicara Nissan, Nick Maxfield.

Dua orang sumber yang mengetahui masalah ini menyebut bahwa penggerebekan tersebut menunjukkan nama-nama teknisi bersertifikasi dicatut pada dokumen inspeksi kendaraan. Padahal, pemeriksaan kendaraan tidak dilakukan oleh teknisi yang bersertifikat.

“Mungkin saja ini terjadi di beberapa atau semua pabrik,” kata sumber itu yang menolak disebut namanya.

Akibat masalah ini, Nissan harus menarik kembali 1,2 juta unit mobil yang sudah beredar di Jepang. Penarikan 1,2 juta unit mobil Nissan di Jepang ini dilakukan untuk memeriksa kembali mobil yang diproduksi antara Oktober 2014 sampai September 2017.

Tanggapan Gaikindo Soal Mobil Esemka Yang Berjalan Di Solo

Maemoapps.com – Pada waktu belum lama ini, pengguna media sosial telah dihebohkan dengan adanya sebuah foto yang memperlihatkan sebuah mobil buatan Esemka sedang melakukan perjalanan di jalanan kota Solo. Namun, hingga saat ini masih belum ada pihak yang mengkonfirmasi hal seperti apa yang diperlihatkan dalam foto tersebut.

Pihak dari asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberi tanggapan terkait adanya penampakan seperti dalam foto tersebut.

“Itu tergantung pada konsumen kalau itu berhasil menjual artinya dia sudah membuat prestasi sendiri dipercaya oleh konsumen, dan dibeli jadi kita dukung-dukung saja,” ungkap Ketua III Gaikindo, Rizwan Alamsjah di Bekasi.

Esemka tak termasuk dalam anggota Gaikindo sehingga soal pengembangannya Gaikindo tak bisa turut campur di dalamnya.

“Esemka kan bukan anggota Gaikindo jadi kami sendiri tidak ada masalah apa-apa tapi kami sangat mendukung yang telah mereka capai. Silakan kalau mau masuk, tinggal bayar iuran, dan ikutin kewajibannya otomatis jadi kewajiban,” lanjut Rizwan.

“Kalau kita menjadi fasilitator saja di Gaikindo itu kita menyediakan tempat siapa yang mau tapi kemarin kebetulan repot jadi Esemka nggak ambil di GIIAS,” jelasnya soal Esemka tidak ikut pameran GIIAS bulan Agustus lalu.