Model Paling Laku dari Penjualan Hatchback

 

Maemoapps.com – SUV atau sport utility vechile di Amerika Serikat saat ini penjualannya terus meningkat. Tapi hal ini bukan satu-satunya yang menjadi permintaan konsumen.

Hatchback saat ini juga sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Meskipun ditahun-tahun sebelumnya belum banyak yang menggemari moder ini, tapi untuk sekarang penjualan hatchback terus meningkat sampai 16%.

Model Paling Laku Hatchback

Peningkatan model hatchback ini dikarenakan adanya banyak model baru yang telah diperkenalkan. Model tersebut seperti Honda Civic hatchback, Chevrolet Cruze hatchback dan Toyota Corolla iM.

Dengan semakin larisnya pasar hatchback, membuat perusahaan Ford ikut memanfaatkannya dan melanjutkan kesuksesan hatchback. Perusahaan Ford memperkenalkan model baru hatchback Fiesta dan Focus.

Dengan hatchback ini dapat memberikan harapan untuk mobil-mobil kecil yang ada di sektor kecil. Selain itu yang membuat hatchback bertambah populer di Amerika Serikat karena adanya model yang menawarkan ruang kargo lebih besar dari yang lainnya.

Harga Mobil Hatchback Terbaru

Saat ini penjualan mobil dipasaran Indonesia memiliki banyak model atau jenis dan salah satunya merupakan mobil jenis hatchback. Mobil hatcback ini memiliki bentuk yang mungil atau kecil dan didalamnya terdapat dua baris kursi yang ada pintu bagasi yang menyatu dengan kaca bagian belakang.

Harga dari Hatchback yang mahal ini karena dilihat dari desainnya yang modern dan memiliki kesan yang lebih sporty. Untuk para penggemar hatchback harus mengeluarkan uang lebih dari 200 juta untuk membeli tipe mobil hatcback paling murah di Indonesia.

Dengan 200 juta ini konsumen masih akan merasa kurang lengkap karena ada beberapa teknologi yang ketinggalan. Beberapa model hatchback paling laku di Indonesia seperti Toyota Yaris, Honda Jazz, Suzuki Swift, Kia Rio, Mazda2 dan Hyundai Grand Avega.

Harga Toyota Yaris mulai dari Rp. 228.000.000 sampai Rp. 269.000.000. Harga Honda Jazz memiliki harga Rp. 227.500.000 sampai Rp. 262.500.000. Harga Suzuki Swift memiliki harga Rp. 209.000.000 sampai Rp. 269.000.000.

Harga Kia Rio Rp. 198.000.000 sampai Rp. 261.000.000, Mazda2 memiliki harga Rp. 230.000.000 sampai Rp. 285.600.000 dan Hyundai Grand Avega memiliki harga Rp. 211.000.000 sampai 232.000.000.

Berikut “Winglet” Revolusioner Ducati MotoGP

 

Maemoapps.com – Winglet atau biasa disebut dengan sayap kecil dalam dunia MotoGP sebetulnya sudah dikembangkan oleh Ducati pada tahun 2010 lalu. Saat ini kebutuhan winglet pada motor-motor yang berlaga di MotoGP 2017 telah semakin terlihat. Berbagai pabrikan terus mencari solusi desain lain dari winglet setelah komisi MotoGP melarang penggunaan winglet karena dianggap membahayakan pembalap lainnya.

Tentang Winglet dan Desainnya

Winglet

Sebelumnya Yamaha, Suzuki, dan Aprilia secara terang-terangan mengungkapkan bentuk lain dari winglet namun memiliki fungsi yang sama. Sekarang giliran Ducati yang menunjukkan sebuah desain baru sebagai pengganti winglet yang dilarang oleh komisi MotoGP.

Para pengamat MotoGP mengatakan bahwa pengganti winglet tersebut merupakan integrated winglet yang terpasang pada fairing sehingga tidak nampak begitu menonjol seperti winglet yang dahulu sering digunakan dalam MotoGP.

Pihak Ducati juga sudah mencoba untuk melakukan simulasi balapan dalam sebuah tes resmi yang diselenggarakan pada seri pertama musim MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar. Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso terlihat menggunakannya selama tes berlangsung dan menyatakan bahwa performa motornya sangat meyakinkan untuk di bawa ke lintasan balap.

Desain

Yang menarik dari desain winglet yang diusung oleh Ducati adalah tidak ikut-ikutan memakai integrated winglet yang sudah dipasang pada bagian fairing seperti pada pabrikan Yamaha, Suzuki, dan Aprilia. Tim yang berasal dari Italia ini memilih untuk memodifikasi fairing atas atau bagian batok kepala sebagai sebuah peranti pengganti aerodinamika terbaru.

Sehingga, hasilnya terlihat bahwa kepala Ducati GP17 terbaru disebut-sebut seperti memiliki hidung mobil balap Formula1. Inovasi ini merupakan kreasi dari hasil jerih payah Direktur Teknik Danny Aldridge. Bagian motor juga tidak mengalami pelebaran seperti motor yang lainnya.

Teknologi ini berkerja ketika angin menabrak dari arah depan dan dialirkan melalui bagian hidung diharapkan nantinya akan mengurangi efek wheelie (ban depan terangkat) ketika melakukan akselerasi, khususnya ketika motor keluar dari tikungan.

Efek dari fairing ini sangat disukai oleh pembalap Ducati, Dovizioso karena sangat susah mencari pengganti downforce sepeti tahun lalu dengan aturan yang baru. Walaupun tidak memiliki teknologi yang sama persis namun sangat membantu ketika melakukan balapan.